Sewaktu kecil dulu, saya pernah menonton The Bride with White Hair versi Brigitte Lin dan Leslie Cheung, tapi jujur saja saya tidak pernah tahu apa ceritanya. Hahahaha… Film mandarin yang tayang di TV dulu itu suaranya didubbing tapi pakai bahasa Inggris, terus ada subtitlenya. Dan seperti yang sudah saya ceritakan, sewaktu kecil saya sudah bisa membaca, hanya saja belum bisa adu cepat dengan subtitlenya. Hahaha…
Saya ingat tante saya pernah bercerita tentang film ini kepada saya tentang romancenya. Yang saya ingat sih, dia bilang si laki-laki mencari bunga atau apa untuk mengobati rambut si perempuan yang berwarna putih agar kembali menjadi berwarna hitam. Sewaktu kecil, saya berpikir, memangnya kenapa kalau rambutnya putih, mengapa harus dikembalikan jadi warna hitam? Karena menurut saya sih bagus-bagus saja kok warna putih. Hahaha…
Setelah menonton film ini, saya baru mulai ada gambaran tentang kisah Lian Nishang. Ohhhh…. Ternyata kalau saya hidup di dunia persilatan, mungkin saya adalah White Haired Devil Lady. Hahahaha… Karena saya paling benci ada orang yang tidak percaya kepada saya, apalagi jika ia adalah pasangan saya. Ok, thanks, bye! Dan… saya juga bukan seorang pemaaf, jadi karakter Lian Nishang ini bagi saya keren banget! hahaha….
Meskipun settingnya dunia persilatan, film ini sudah menggunakan efek mekanik gitu, jadi sudah ada alat-alat canggih, menurut saya sih sudah cukup bagus, hanya saja efek CGI sewaktu rambutnya berubah jadi putih masih kurang bagus.
Pemeran utama perempuannya cantik banget, sayang yang laki-laki biasa aja. Haha… No offense ya.
Tapi alurnya cukup cepat dan nggak boring, hanya saja porsi romancenya kurang banyak. Semoga ada part 2 dan lebih fokus ke romancenya. Hahaha…
Buat yang tertarik, film ini patut dicoba.