Jika saya punya suami nanti, saat kami sudah tua, saya ingin ia yang “pergi” lebih dulu. Mengapa? Karena akan berat sekali merasakan kehilangan, kesepian juga, apalagi jika tubuh sudah sakit-sakitan.
Karena saya sudah terbiasa sendiri, mungkin saya akan lebih kuat menghadapinya.
Tapi, siapa sih yang tahu takdir? Saya hanya tidak tega melihat pasangan saya sedih dan kesepian, apalagi di masa tuanya. Jika ia berhasil menjadi pasangan saya, artinya ia saya sangat mencintainya dan saya tidak ingin melihat orang yang saya cintai bersedih.